Tips Merawat Karpet

Ada karpet di rumah Anda? Atau, bermaksud membelinya? Karpet tidak hanya dipakai untuk alas duduk tapi juga keindahan ruangan. Warna dan motifnya menarik. Ukurannya pun bermacam-macam.

Tentunya saat memutuskan untuk memilikinya Anda memiliki kriteria-kriteria tertentu dari sisi ukuran, warna, maupun corak. Maka, Anda pun akan sangat menyayanginya.

Seperti benda-benda lainnya, karpet juga memerlukan perawatan agar tetap awet dan indah. Kalau tidak, karpet akan mudah rusak. Yang harus sering dibersihkan adalah debu yang menempel pada karpet. Debu mudah menempel pada pada permukaan karpet. Jika tidak dibersihkan secara rutin, maka karpet akan menjadi sarang debu dan itu akan mengganggu kesehatan penghuninya.

Sebenarnya tidak hanya debu yang perlu diwaspadai. Ketika makan, atau minum sambil duduk di atas karpet pun perlu hati-hati. Jangan sampai makanan, atau minuman tumpah ke atas karpet karena kita menjadi repot untuk membersihkan karpet dari noda tersebut. Dilihat dari proses pembuatannya, karpet terdiri atas dua jenis. Yaitu, yang dibuat dengan tangan dan yang dibuat dengan mesin. Yang dibuat dengan tangan biasanya lebih tahan lama jika dibandingkan dengan karpet buatan mesin.

Untuk membersihkan karpet yang terkena tumpahan makanan, atau minuman, peralatan yang dibutuhkan adalah sabun cuci/deterjen, baskom, kain lap, dan tisu. Inilah sejumlah tips (interiorcorner.net) yang bisa Anda ambil untuk membersihkan karpet yang terkena tumpahan makanan, atau minuman.

1. Jika terkena makanan atau minuman, segera bersihkan karpet dengan tisu atau kain lap untuk meresapkan cairan dan membersihkan sisa makanan.

2. Siapkan air yang sudah dicampur dengan sedikit deterjen. Basahilah kain lap dengan air deterjen itu kemudian diperas. Setelah itu usapkan kain lap ke karpet yang terkena tumpahan makanan, atau minuman itu.

3. Jangan menggunakan sikat untuk menghilangkan noda makanan, atau minuman tersebut. Jika disikat, bulu-bulu pada karpet bisa rusak.

4. Ketika membersihkan noda makanan, atau minuman pada karpet usap berulang kali dengan arah mengikuti atau berlawanan dengan arah bulu karpet. Setelah dirasa bersih, maka karpet dijemur di bawah sinar matahari. Penjemuran dilakukan maksimal satu jam.

Tak hanya karena terkena noda, karpet pun perlu dirawat dan dibersihkan setiap hari. Untuk perawatan karpet tiap hari, lakukan hal-hal berikut ini:

1. Jika karpet terbuat dari bahan wol, baik yang asli maupun yang sintetis, gunakan sapu lidi untuk membersihkannya. Selain itu, gunakan juga vacuum cleaner satu sampai dua minggu sekali untuk membersihkan karpet dari debu.

2. Karpet yang terbuat dari sutra dapat dibersihkan dengan vacuum cleaner seminggu dua kali.

3. Jika Anda hendak mengepel lantai, lebih dahulu gulung karpet dan pindahkan. Setelah permukaan lantai benar-benar telah kering, maka karpet bisa dipasang kembali. Ini penting diperhatikan karena karpet tidak tahan pada kondisi air (kondisi basah). Karpet yang terkena air dan tidak dijemur permukaannya menjadi keras.

4. Jika karpet sering terinjak, maka cucilah karpet di toko yang menyediakan servis cuci (laudry & dry cleaning) setidaknya dua kali dalam satu tahun.

5. Jika karpet terkena rokok bawalah ke toko karpet yang menyediakan servis cuci dan perbaikan karpet. Karpet yang rusak bisa dirajut lagi.
( jar )

CUCI
Karpet dicuci bersih dengan menggunakan sabun khusus untuk karpet setidaknya 6 bulan sekali. Jikalau merasa terlalu berat untuk mencuci sendiri, Anda bisa memasukkan karpet ke jasa binatu. Ongkosnya tak seberapa mahal, sekitar Rp.50.000 untuk karpet berukuran sedang.

UBAH POSISI
Maksudnya, putar karpet sedemikian rupa sehingga bagian yang sering terinjak atau dilewati orang bisa berganti posisi. Perhatikan letak jendela dan arah sinar matahari yang masuk ke ruangan tersebut. Warna karpet akan cepat memudar jika terkena langsung oleh sinar matahari. Untuk mengatasinya, ubah posisi karpet 2-3 bulan sekali. Hal ini bisa pula diatasi dengan menutup jendela atau menurunkan vitrage.

BAKING SODA
Bau apek pada karpet dapat diatasi dengan memercikkan sedikit baking soda ke atas karpet. Tunggu 30 menit, kemudian baru dibersihkan dengan menggunakan penghisap debu. Untuk mengatasi bau yang lebih tajam, cucilah bagian yang berbau tersebut dengan 20 bagian cuka dicampur dengan 80 bagian air. Gunakan lap bersih yang dibasahi dengan larutan air cuka tadi. Tidak dianjurkan menggosok bagian itu dengan sikat. Noda yang bau harus segera dibersihkan. Semakin lama noda tersebut menempel, semakin sulit membersihkannya.

KARPET BARU
Saat karpet baru dipasang atau dibentang di lantai, semacam debu berterbangan. Bila terhisap, debu ini bisa menyebabkan iritasi mata, tenggorokan gatal dan bahkan pusing-pusing pada sebagian orang. Meskipun, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas apakah debu tersebut berbahaya untuk kesehatan atau tidak, tapi efeknya sungguh mengganggu.Untuk mengatasinya, sebelum karpet dikirim ke rumah kita, mintalah toko karpet untuk membersihkan/ menghisap debu karpet tersebut.

VENTILASI
Pada saat memasang karpet, terutama karpet yang dipasang melapisi seluruh lantai ruangan, usahakan agar ventilasi di ruangan tersebut betul-betul baik. Kalau perlu buka pintu dan seluruh jendela. Setelah karpet dipasang, sebaiknya jangan menggunakan ruangan tersebut setidaknya selama 72 jam. (dari berbagai sumber)

cucikarpetpro

Kami adalah penyedia cuci karpet, jasa cuci karpet, cuci karpet kantor, jasa kebersihan, jasa cleaning service,poles marmer,cuci sofa, cuci kursi kantor lokasi di jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *